GUM6TfdpGpClGUroGfC6TUGpTY==

Form

Comment

Teks Anekdot "Sampah"

Suatu hari Dewi dan Alkaillah sedang menikmati jajanan yang mereka beli dikantin sambil berbincang – bincang di depan kelas .
Diposting oleh:SCIENZE EXIST

Anekdot "Sampah"

rocketmanajemen.com

Suatu hari Dewi dan Alkaillah sedang menikmati jajanan yang mereka beli dikantin sambil berbincang – bincang di depan kelas .

Orientasi:

Dewi :“ Wah enak sekali ya makanan di kantin sekolah kita ini, apalagi sambil nyantai- nyantai kaya gini, Al.”(sambil menikmati jajanannya).

Alkaillah :”Iya benar kamu wi, apalagi sekarang lagi banyak angin. (sambil menikmati jajanannya).

Dewi :”Iya memang, Al.! Tidak biasanya angin kencang kaya gini”.

Alkaillah :”Iya tapi enak sih.”

Dewi :”Yah makananku sudah habis nih.” (sambil memegang bungkus makanan yang sudah habis).

Alkaillah :”Ya udah buang aja”.(sambil menunjuk ke arah bungkus makanan yang sudah habis).

Krisis:

Dewi : Sahutnya ”Iya aku buang bungkus makanan di sini aja, karena aku malas buang di tempat sampah!”. (sambil meletakkan sampah itu di lantai).

Alkaillah :” Ya sudahlah, Wi! Terserah kamu mau buang dimana!”

Kemudian Alifia dan Wahyu masuk kekelas.

Alifia : Sambil mengelus dada “Astagfirrallah, loh-loh perlakuan siapa yang buang sampah disini?”(sambil mengambil sampah itu).

Dewi :”Itu sampahku, kenapa?”. (sambil nada tinggi)

Wahyu :”Cepat bersihkan dan buang di tempat sampah!”

Dewi : Bernada cemberut ”Itu ngak adil dan nggak bisa begitu dong, Siapa piket hari ini yang disuruh bersihkan!”

Wahyu :Sahutnya ”Tentu tidak bisa begitu, iya kamu ini, enak tinggal buang sampah ,kita ini yang piket tiap hari capek bersihkan tahu!”

Alifia :”Ayo, Yu! Kita aduin ke bu guru baru tahu rasa!”.

Alkaillah :”Kalian tidak usah pengaduannya yah!” (sambil menunjuk ke arah Alifia dan Wahyu).

Alifia :”Loh kenapa memangnya?,sebenarnya itu kan salah kalian!”.

Wahyu :”Iya, benar!. Itu salah, kalian!”

Tiba-tiba tanpa di sangka Bu Isty masuk kekelas.

Bu Isty :”Ada apa ini ribut – ribut?

Alifia :”Ini bu , Dewi buang sampah sembarangan”.

Dewi :”Tidak bu, itu bohong!”

Wahyu :”Tidak bu, saya saksinya.”

Dewi :”Tidak bu itu tidak benar,Alkaillah saksinya bu”.

Alkaillah :”Ah saya tidak tahu apa apa bu”.

Dewi :”Loh, tapi kan Bu?aku hanya menuruti perintah kamu dan bukannya kamu yang suruh aku buang sampah disini, Lif!”.

Alkaillah :”Aku Curiga. Ah, bohong kamu, tadi kan aku suruh buang di tempat sampah!, sudah bu saya mau ke toilet dulu”.(sambil pergi keluar kelas)

Alifia :”Nah, ketahuan kamu, Dewi. Alkaillah sudah berbicara kebenaran tentang kebohongan kamu. iyasudah bu, mungkin ibu dapat memberikan hukuman karena dia berbohong”.

Reaksi:

Wahyu :”Hukum aja bu!”

Bu Isty :”Baik, sudah sesuai peraturan yang telah dibuat oleh sekolah, siswa yang membuang sampah sembarangan harus didenda Rp 20.000 untuk satu sampah!”.

Dewi : Dengan nada kecewa, ”Yah bu uang saya Cuma Rp 20.000 itupun untuk naik angkot, nanti saya pulang bagaimana?

Bu Isty :”Loh itu kan urusanmu bukan urusan saya,siapa yang menyuruh kamu buang sampah sembarangan?”.

Koda:

Kemudian Bu Isty pergi dari kelas.

Alifia :”Yah, hilang deh uang Rp 20.000”.(sambil mengejek)

Wahyu :”Kasian dong pulang jalan kaki!”.(sambil tertawa)

Dewi :”Kalian ini!”

Alifia dan Wahyu :”Ya sudah kalau begitu selamat pulang jalan kaki ya!”.(sambil tertawa dan kemudian pergi dari kelas).

Setelah Alifia dan Wahyu pergi keluar kelas, tinggallah Dewi sendiri yang menyesali perbuatannya.

0Komentar

Special Ads
Special Ads
Special Ads